Lelah Menunggu

Jarum jam terus berputar kedepan, detik-detik waktu bergerak, nafas yang masih bersuara menghilangkan keheningan. Mata ini mencari sosok yang dinanti, ia yang telah berjanji namun tak kunjung datang dan diri ini merasa kecewa dengan penantian.
Sudah capek namun hatiku masih terus berharap dapat melihatmu muncul dari ujung sana yang melambaikan tangan dengan sebuah senyuman yang terlukis di bibirmu. 
  Pohon tempatku berteduh menjadi saksi bahwa aku pernah menunggumu. Kadang pohon berbicara kepadaku, "kenapa tidak pernah lelah menunggu seseorang yang hanya mempermainkan perasaanmu?", andai saja ia dapat berbicara mungkin aku sudah tak berharap padamu lagi, dan mengikuti saran dari pohon. Tapi itu hanyalah khayalan saja, kamu orang yang kunanti tak ubahnya seperti ulat yang ikut lomba lari, pasti tak akan pernah sampai pada garis finis.
 Waktu yang terus berputar sesekali menegur diriku jangan terlalu berharap kepada seseorang yang belum pasti, segera tinggalkan dia, dan pergilah mencari dia yang mampu menerimamu apa adanya dan dia yang bisa memberikan kabar yang pasti agar hatimu tak lelah menunggu. Untukmu jangan terlalu berharap kepada seseorang yang belum pasti, jemputlah ia yang siap menggenggam tanganmu dan berjalan bersama-sama menuju kehidupan yang lebih lama.

Nur Nasrin S MT

Komentar