Senandung Rindu



Rasa rindu yang bersemayam di dalam dada seakan bergetar mencari sosok yang pernah singgah di dalam hati. Entah sejak pertama kali berjumpa dengannya, ada getaran di hati yang terus ingin bertemu. Sudah kutahan agar rasa ini tidak membuncah, namun tak bisa dibendung lagi, seperti gunung yang ingin mengeluarkan larva dalam perutnya.

 Coba kualihkan melalui sebuah tulisan, meluapkan segala rasa cinta, rindu, dan angan-angan agar tidak ada lagi yang tersisa untuk disimpan. Hati ibarat baju putih , setitik tinta hitam yang dibiarkan akan menjadi besar dan menutupinya hingga menjadi hitam pekat. Bersihkan ia dengan taubat agar ia menjadi bersih kembali.

 Rasa rindu memberikan pelajaran pada diri bahwa rindu tak harus bersamanya, hilangkan segala rasa itu, tak ada yang lebih berhak dirindukan selain kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Beliau yang 14 abad yang lalu, telah merindukan saudara-saudaranya didepan para sahabatnya. Siapakah itu? Kita adalah orang yang dirindukan oleh Beliau, karena kita tak pernah berjumpa dengannya dan tak pernah melihat wajahnya yang mulia namun kita tetap berpegang teguh pada Sunnahnya. Sungguh mulia kedudukan kita Dimata Baginda Nabi Muhammad Saw, tidakkah kita merindukan sosok manusia pilihan Tuhan? Mari kita renungkan dan tetaplah memegang Sunnahnya seperti menggenggam bara api.

Nur Nasrin S MT

Komentar

Posting Komentar